Tiada kata terlambat untuk belajar…
Pembicaraan kita ini insyaAllah saya muqadimahi dengan sebuah kisah tentang anak muda yang sangat rajin dalam menuntut ilmu, dan nanti akan kita lihat bagaimana hubungannya dengan judul kita diatas
Anak muda yang saya kenal ini (sebut saja inisialnya Y) berangkat dari rumahnya meninggalkan seluruh keluarganya dengan berat hati untuk menuntut ilmu syar’i di sebuah kota di negeri nun jauh disana. Dengan kegigihan yang luar biasa dan kecerdasan yang memang dianugerahkan oleh Allah kepadanya akhirnya alhamdulillah dia bisa menghapalkan seluruh Al-Quran dalam waktu kurang dari 2 tahun. Perjalanan menuntut ilmunya tidak berhenti hanya sampai disitu, dia lalu bertekad untuk meneruskan perjalanannya menuntut ilmu ini ke sebuah kota di luar negeri yang merupakan tempat tinggalnya para ulama. Alhamdulillah doanya dikabulkan juga, akhirnya dia bisa berangkat dan sampai dengan selamat di kota ilmu tujuannya tersebut. Dia belajar lebih keras daripada yang dulu, terus dan terus. Qadarullah didalam masa belajarnya tersebut terjadi sebuah kejadian yang sangat menyedihkan yang mengharuskan dia pulang ke negeri aslnya. Berat hati dia meninggalkan kota tersebut dengan hanya membawa sepotong pakaian dan kain sarung, dideportasi ke negeri asalnya. Maka dia memanfaatkan kesempatan yang ada itu untuk mulai menyebarkan ilmunya kepada masyarakat dikota tempat dia tinggal
Nah, di majelis ilmu tempat dia mengajar, semua yang hadir adalah orang-orang yang usianya diatas dia. Tapi, itu semua sama sekali tidak membuatnya gentar untuk menyampaikan kebenaran sedikitpun. Dengan lantangnya dia ucapkan berturut-turut dari mulai firman Allah, sabda Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan perkataan para ulama. Aduhai luar biasa sekali bila kita menghadiri majelisnya tersebut. Betapa banyak hikmah dan nasihat yang keluar dari seorang anak muda yang jenggotnya pun belum tumbuh
Khulasotul kalam, bagi kita semua yang memang merasa sudah tua dan berumur, jangan sampai hinggap didalam diri kita rasa malu ketika kita harus belajar dari seseorang yang usianya dibawah usia kita. Karena Allahlah Yang Maha Berkehendak, Dia bisa memberikan ilmuNya kepada siapa saja yang dia kehendaki. Bisa saja Dia memberikannya kepada orang yang lebih tua dari kita, sebaya dengan kita, atau bahkan lebih muda dari kita. Saya pun pernah mengenal seorang anak kecil yang sudah menghapal kitab Ar-Rijal karangan Imam Bukhari, dan saya lihat yang tua-tua pun tidak pernah malu untuk bertanya kepadanya dalam masalah para perawi ini, karena cara ini lebih cepat daripada mereka harus capek-capek mencari maraji’nya di perpustakaan
Lalu juga kita perhatikan Kibarus Shahabah di zaman Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mereka masuk Islam rata-rata pada usia 40 tahun keatas, tetapi buktinya diantara mereka pun banyak yang sampai mampu menghapal Al-Quran, Hadits, dll. Sedangkan bila kita bandingkan dengan zaman kita sekarang ini, betapa banyak kemudahan bagi kita dalam menuntut ilmu. Apabila kita tidak sempat untuk pergi ke majelis ilmu, kita bisa mendengarkan kajian lewat kaset, CD, MP3, dll. Cuma memang seringkali dengan banyaknya kemudahan itu justru membuat kita jadi malas, lalai, dan menunda-nunda. Kita berdoa kepada Allah mudah-mudahan kita bisa termasuk dari orang-orang yang dikehendaki kebaikan pada diri kita dengan cara memahamkan kita diatas AgamaNya yang mulia ini dengan pemahaman yang lurus yaitu pemahaman para salafus shalih, sebagaimana sabda Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam : “Man yuridillahi bihi khairan, yufaqihu fid din”, Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah pada diri orang tersebut, niscaya Allah akan memahamkannya dalam masalah agama. Amin